SENJA
Senja’s
Story
Kata orang hidup itu adalah
anugrah, tapi kata aku hidup itu adalah cobaan.
Hai, everyone adalah dua
kata yang selalu mengingatkan Senja yang dengan setiap orang yang telah Senja
sapa setiap saat bertemu.
WELCOME
TO SENJA’S STORY
Senja, nama lengkapnya Senja
Suryo Merpati. Biasa dipanggil Gia, ia adalah Gadis berusia 22 tahun dengan
tubuh mungil, tinggi badan hanya 153 cm (hidup itu cobaan men, tinggi aja Cuma
dikasih 153 cm kalo berdiri disamping Bule udah pasti Cuma sepinggang hehe).
“bangun tidur kuterus mandi
dan tak lupa menggosok gigi” adalah lirik lagu yang selalu menjadi alasan
kegaduhan rumah sederhana keluarga Merpati setiap pagi. Senja keluar dari
kamarnya sambil bersenandung ia membuka pintu kamar dengan tergesa gesa hingga
suara pintu kamar yang terbuka membuat telinga ngilu mendengarnya karena
lapisan triplek pada pintu yang sudah jabuk kemudian di tambal dengan alasan
seng aluminium saling bergesekan. “good morning Everyone” menyapa setiap orang
yang sibuk dengan urusannya sendiri. Sang Ibu yang sedang bersiap untuk bekerja
mempersiapkan parang dan uprome serta bekal makan siangnya nanti, Profesi sang
Ibu adalah Buruh kasar di Perusaan Kelapa sawit berstatus IJM (Indonesia Join
Malaysia). sang Ayah yang sedang melihat atau mengamati buku panjang dengan
sampul bermotif batik berwarna merah yang didalamnya tertera tanggal, bulan,
tahun, daftar nama orang, nama, jumlah dan harga barang.(kira-kira apa yang ada
dalam pikiran kalian?) buku itu adalah buku hutang para pelanggan di ruamah Senja,
profesi sang Ayah adalah Pedagang dan Petani. Kemudian ada si kembar para adik Senja
yang saling tarik menarik buku mata pelajaran dengan penampilan celana sekolah
merah hati yang resletingnya belum tertutup dan dasi merah yang belum terpasang
rapi sedangkan kancing kemeja putihnya sangat arukan kata orang saling panjat
memanjat. Senja menatap mereka dengan pandangan mematikan kemudian melayangkan
pukulan dengan tangan kosong “kalian tidak mau berhenti?! Akan ku tendang
kalian sampai ke teras rumah, cepat bersiap!” dengan mata melotot dan hidung
kempas kempis lalu berlalu menuju pintu depan rumah.
“mak aku ke kampus dulu ya?”. Sambil memakai sepatunya Senja
berteriak ke mamaknya. Senja berlari menuju pangkalan bus dengan rute Bogor
kota. Setelah beberapa menunggu bus yang akan ia tumpangi tiba-tiba ada anak
kecil yang berlari di tengah jalan raya dengan boneka beruang yang diseret
disisi kirinya. Karena merasa ada hal yang aneh Senja akhirnya mendatangi anak
tersebut.
“Hi baby boy, what are you
doing here?” tanya Senja dengan ekspresi senyuman yang paling manis
(menurutnya).
Anak itu kemudian
mengalihkan atensinya ke Senja dengan posisi kepala yang miring 40 derajat
Celcius dengan sorot mata yang sangat polos.
“I’am looking for my daddy”
kata anak tersebut dengan masih memandangi manik hitam Senja. “what your name?
And you know what is you daddy number phone?” tanya Senja sambil menyodorkan
handphonenya ke anak tersebut.
“my name is Lexus Xandervan,
i forgot my daddy’s number but i has this” kata anak yang telah diketahui
namanya tersebut sambil menyodorkan kartu nama yang ternyata kartu ayahnya,
tertera nama Barkxus Xandervan dan tentu saja
nama perusahaan Xandervan.
Senja menatap kartu nama
tersebut, ia merasa bingung, ia faham bahwa anak tersebut bukanlah orang lokal
ia bahkan hanya bisa berbahasa asing meskipun ada kartu nama tersebut namun
nomor yang tertera disana menggunakan nomor Amerika Serikat +61. ia melihat jam
tangannya ternyata setengah jam lagi ia sudah harus ada di kampus untuk
mengurus dokumennya. Ia kemudian menghadap ke Lexus kemudian berjongkok
mensejajarkan tinggi badannya dengan Lexus “Lexus listen, i must be leaving now
becouse i have somethings to do at university but i can’t allowed you alone
here. So do you wanna follow me? Don’t worry i’m not a bad person”.
Lexus mengamati Senja dengan
seksama. Hal ini malah terlihat seperti mesin scanner yang sedang melakukan
scan pada sebuah dokumen. Setelah mengamati Senja kemudian ia meraih tangan Senja
sambil mengangguk.
Senja menggandeng tangan
Lexus menuju halte bus kemudian bus datang lalu mereka naik menuju Universitas
dimana Senja menimba ilmu.
Senja berjalan disekitar
lorong kampus 15 menit lagi ia harus bertemu dengan Dosen Pembimbingnya ia
berjalan dengan santai sambil menggandengang Lexus. Mereka menjadi pusat
perhatian karena Senja menggandeng anak dengan paras yang sangat berbeda dari
orang lokal.
“Gigi..” suara teriakan
menginterupsi langkah kaki Senja dan Lexus kemudian ia berbalik dan menemukan
sahabat karibnya yang sedang tergopoh gopoh menuju Senja.
“apasih curut, bentar lagi
aku harus ketemu Dosen dan kau seharusnya tau bahwa aku sedang terburu buru.
Jadi jangan banyak bacot karena 5 menit lagi aku harus ke ruang dekan” Senja
mendengus dan matanya melotot seakan akan berkata ‘sentuh Dikit ku bacok kau’.
“Astagfirullah, slow man.
Aku Cuma manggil aja ko, lSenjan kita kan sama-sama satu perjuangan mau ketemu
Dosen pembimbing. Omong-omong ini anak siapa? Bule gini pasti bukan keluargamu
kan?” Anjar melihat Lexus dengan seksama mengamati dengan detail, Anjar
berfikir pasti ini anak orang kaya dari pakaian yang ia gunakan saja sudah
sangat terlihat bahwa anak ini dari kalangan berada. Senja memutar bola matanya
dan mulai melangkah menuju ruang Dekan dengan Anjar yang senantiasa berceloteh panjang
lebar tanpa ada tanggapan dari Senja. Tiba tiba suara lengkingan anak kecil
terdengar.
“don’t you dare to touch
me!” suara Lexus mengenterupsi langkah kaki Senja. Ia melihat ke arah Lexus dan
melotot melihat Anjar yang sedang mencubit pipi Lexus. Ia segera melerai dan menggampar
kepala Anjar.
“hei bodoh jangan dicubit,
Lexus kesakitan lihat pipinya sampai merah begini” ia mengelus pipi Lexus yang
sedikit memerah
“habisnya aku kan Cuma mau
bertanya siapa nama mu tapi dia melihatku seakan-akan aku ini adalah badut dan
ternyata namanya adalah Lexus” kata anjar dengan cengiran bodohnya. Senja
menggeleng melihat tingkah sahabatnya yang ingin rasanya ia pura-pura tidak
mengenal Anjar saat ini juga. Ia merasakan tarikan pada bajunya dan ternyata
Lexus melihatnya.
“are you ok?” tanya Senja
dengan masih mengelus pipi Lexus
“this is hurt” kata Lexus
dengan jari telunjuk menunjuk ke arah pipinya.
“i’m sorry for that baby, he
just wanna play with you. do you wanna play with him? He is my friend he’s not
a bad guy”. Kata Senja dengan menunjuk ke arah Anjar. Anjar membalasnya dengan
anggukan semangat.
“hi, my name is Anjar and
nice to meet you!” dengan semangat 45 Anjar mengulurkan tangannya untuk
bersalaman dengan Lexus dan jangan lupa dengan cengiran bodohnya.
“hi, my name is Lexus and nice
to meet you too” Lexus membalasnya dengan senyuman hangat.
Disisi lain seorang
pengusaha Muda dengan sapire biru yang indah terlihat bolak balik didepan lobby
hotel bintang lima, sesekali ia akan melihat ke layar handphonenya. Ia terlihat
sangat khawatir, cemas dan menanti kabar yang ia tunggu tunggu sedari tadi.
Langkahnya terhenti setelah bunyi telfon genggamnya terdengar memenuhi lobby
hotel yang memang masih sangat minim orang yang berlalu lalang.
“do you find my daughter?”
tanyanya langsung tanpa basa basi kepada si penelpon, matanya melotot seperti
serigala yang akan menerkam mangsanya seakan akan lawan bicaranya berada di
depan matanya.
“i’m sorry sir. We not yet
find him. But we will do the best for more information” terdengar suara dari
seberang telfon, bahkan dengan hanya mendengar suaranya orang-orang akan tau
betapa gugupnya ia saat ini. Ya si penelpon sangat gugup kalau-kalau pria yang
sedang mencari anaknya ini akan segera menghajarnya karena tidak puas dengan
kinerja yang ia berikan.
“you must! You must do the
best even you must brok your legs to running for my dauther you must do that. I
have told you before that if you can not find my daughter then i will kill
you!!” sang pengusaha berteriak keras dengan emosi yang memuncak terlihat bola
matanya yang memerah urat dahi yang muncul dan bahkan orang-orang yang tidak
sengaja mendengarnya akan dengan otomatis menghindar karena aura dominan dan
suram yang seakan-akan menyelimuti ruang lobby hotel tersebut sangat mencekam
dan terasa berbahaya. Ia kemudian mematikan ponselnya lalu melihat kesisi
kirinya terlihat seorang wanita berusia kepala tiga yang berdiri kaku, kikuk,
bingung dan sangat was-was dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
“Jesy, i want you hedling
our meeting at 09.00 a.m that about the palm oil company”. Kata pria tersebut
mutlak dan tak terbantahkan.
“yes sir. I will”. Kata Jesy
wanita yang menjabat sebagai secretarisnya tersebut menjawab dengan tegas namun
terdengar sangat sopan dan lembut. Jesy kemudian melihat pria yang
memerintahkannya itu berbalik dan menuju ke luar hotel, kemudian jesy buru-buru
menginterupsi langkah pria tersebut yang tak lain adalah bosnya sendiri.
“excuise me sir.Xandervan, i will hedle all the meeting today and you can focus
to your baby. I knew that your not good right now” jesy menyuarakan pendapatnya
dan sekaligus saran agar bosnya tersebut fokus untuk mencari anak semata
wayangnya saja, kemudian jesy berbalik arah dan menuju ke parkiran hotel dan
segera menghendle segala urusan yang telah ia susun untuk hari ini. (bukankah
ini hari yang melelahkan untuk sekretaris dari bos Barkxus Xanvender).
Barkxus membalasnya dengan
anggukan kemudian menuju keluar hotel, ia berencana untuk berkeliling disekitar
hotel untuk mencari anaknya Lexus, siapa tau Lexus berbmain dengan anak-anak
disekitar tempat tinggal hotel.
Sedangkan anak yang sedang
dicari-cari sedari tadi oleh ayahnya sedang duduk manis di kantin Universitas
dan menikmati semangkuk ice cream coconut. Ia tak henti-hentinya tersenyum dan
bersenandung sambil menikmati rasa manis dan lembut dari ice cream yang ada di
hadapannya. Sesekali tangannya akan menarik lengan baju Senja memberi kode
bahwa iya ingin disuapi lagi, lagi dan lagi. Senja menoleh ke hadapan Lexus
kemudian ia mengernyit melihat tampilan wajah Lexus yang sangat berantakan oleh
cairan ice cream yang dinikmatinya, tangannya secara otomatis meraih tisu yang
ada di atas meja mereka, lalu dengan telaten mengelap wajah Lexus agar tampilan
wajahnya bersih dan terlihat tampan seperti semula. Kemuadian Senja tersenyum
pada Lexus “Baby, you can not eat too much ice cream because ice cream can make
your stomuch hurt. Understand?!”katanya memperingati namun dengan intonasi
suara yang sangat lembut agar tidak menakuti Lexus.
q
q
“emm ok, i feel full up
now”. Ya ini lah Lexus anak berusia lima tahun yang sangat faham dengan nasehat
orang tua karena ia telah di didik dengan sistem kerajaan maka ia akan lebih
mudah faham dan sangat dewasa untuk ukuran anak seusia lima tahun.
Be
Bersambung......
Masih Amatir, masih belajar Bahasa Inggris secara otodidak jika ada kesalahan mohon dimaklumi dan jangan menghujat. sewaktu-waktu tata bahasa bisa direfisi tergantung dengan tingkat kemajuan pemahaman dalam menulis dan penguasaan bahasa inggris Senja. terimakasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar